Warga Selalu Khawatir Jika ke Terminal

Republika 17_07_2016 Warga selalu khawatir jika ke terminalPengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai terminal yang ada di Jabodetabek masih diliputi sejumlah masalah. Tak mengherankan jika banyak warga enggan datang ke terminal dan lebih memilih naik angkutan di terminal bayangan.

"Warga selalu khawatir jika ke terminal," kata Djoko, Sabtu (16/7)

Sejumlah persoalan misalnya konflik lalu lintas kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan pergerakan orang baik di area terminal maupun pintu masuk dan keluar terminal.

Belum lagi aktivitas turun naik penumpang yang tidak pada tempatnya; parkir kendaraan yang tidak tertata; ruang istirahat awak kendaraan yang kurang manusiawi; hingga pengawasan kesehatan dan identitas awak kendaraan yang belum dilakukan.

Penumpang pun seringkali menjadi korban karena persoalan pembenahan terminal tak kunjung dilakukan. Misalnya, informasi yang masih kurang memadai serta kotornya lingkungan terminal. Selain itu fasilitas disabilitas belum ada, banyak calo berkeliaran, tarif pun tidak ada kepastian karena tidak teraturnya sistem penjualan tiket. Aktivitas kriminal seperti copet, hipnotis, obat bius masih berlangsung di terminal.

"Kondisi seperti ini sangat tidak menguntungkan untuk pengembangan transportasi umum. Terlebih upaya mengajak masyarakat gunakan transportasi untuk bepergian  perjalanan jarak menengah dan jauh kurang mengena," ujar pengamat transportasi Djoko Setijowarno, Sabtu (16/7).

Hal itulah yang membuat calon penumpang lebih menyukai naik dari pool bus atau terminal bayangan.

Di Jabodetabek terdapat 10 terminal penumpang, yaitu Baranangsiang (Bogor), Bekasi, Depok, Kalideres, Kampung Rambutan, Pondok Cabe, Poris, Pulogadung, Pulogebang dan Rawamangun. Pemerintah daerah (pemda) di Jabodetabek, terurama DKI Jakarta memang sedang gencar kembangkan layanan transportasi umum bus Transjakarta. Namun, kata Djoko, pemda lupa menata terminal sebagai awal dan akhir pemberangkatan.

"Harus diakui ketika dikelola pemda, banyak terminal yang mangkrak dan tidak diurus sesuai fungsinya, bahkan dipinggirkan lokasinya," ujarnya.

Terminal seringkali dikelola sebagai sumber pendapatan, bukan untuk pelayanan publik.

Tautan : http://www.republika.co.id

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp
Kategori
This error message is only visible to WordPress admins

Error: No connected account.

Please go to the Instagram Feed settings page to connect an account.

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp

More Posts

Pura Group

Nama Perusahaan: Pura Group Posisi yang ditawarkan: Programmer & Database

Send Us A Message